PELAYANAN SuperBigHOSTING GAK NGE-PHP GUA PUAS


Ini yang saya alami pertama  kali gak di PHPin sama orang yang kukenal, padahal ini masalah coding dan PHP yang aku sendiri jauh dari dunia ini bayangkan tau gak dunia ini dapat masalah lagi gara gara terima job pembuatan website kawan dari luar negeri. Ya sob dia kirim biaya dari sana gak banyak sih cukuplah buat ongkos, udah kebeli domain sama orang lagi gak bisa pindah hosting lagi

Iklan

Jurnal Penyesuaian


Keseimbangan neraca saldo antara sisi debit dan sisi kredit, belum menjamin bahwa kegiatan akuntansi telah dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, agar neraca saldo menunjukkan keadaan yang sebenarnya, perlu diadakan penyesuaian dan perbaikan. Bagaimana cara melakukannya? Penyesuaian dan perbaikan dilakukan melalui jurnal penyesuaian (adjusting journal entry).
Pada kondisi seperti apakah jurnal penyesuaian diperlukan? Jurnal penyesuaian diperlukan untuk hal-hal sebagai berikut.
  • Transaksi yang telah terjadi tetapi belum dicatat
a. Beban Terutang (Beban yang Masih Harus Dibayar)
Mengapa beban yang masih harus dibayar memerlukan jurnal penyesuaian?
Jika pada akhir periode, diketahui ada beban yang masih harus dibayar, transaksi tersebut harus dicatat dalam jurnal penyesuaian. Misalnya, gaji karyawan bulan Desember 2006, baru akan dibayarkan tanggal 3 Januari 2007, sebesar Rp3.500.000,00. Maka, jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2006 adalah sebagai berikut.
Jurnal Penyesuaian
b. Pendapatan yang Masih Harus Diterima
Seperti halnya dengan beban terutang, pada akhir periode mungkin ada sejumlah pendapatan jasa yang pembayarannya belum diterima.
Misalnya, pada akhir periode terdapat pendapatan yang masih harus diterima pembayarannya sebesar Rp4.000.000,00. Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut:
Pendapatan yang Masih Harus Diterima
Perhatikan contoh lainnya! Perusahaan menerima bunga bank dua kali dalam setahun, yaitu 1 April dan 1 Oktober sebesar Rp120.000,00.
Jadi, sampai dengan 31 Des perusahaan masih harus menerima pendapatan bunga untuk 3 bulan yaitu bulan Oktober, Nopember, dan Desember, yang belum diterima, sehingga perlu dilakukan penyesuaian sebagai berikut:
3/6 x Rp 120.000,00 = Rp 60.000,00
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut:
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember sebagai berikut
c. Penyusutan Aktiva Tetap
Apakah aktiva tetap itu? Aktiva tetap (fixed assets) adalah aktiva yang masa pemanfaatannya lebih dari satu periode akuntansi. Penyesuaian terhadap aktiva tetap dilakukan untuk mengetahui berapa nilai aktiva yang sudah dinikmati pada periode berjalan. Coba Anda sebutkan, aktiva apa sajakah yang memerlukan penyesuaian pada akhir periode? Semua aktiva tetap setiap akhir periode harus dilakukan penyesuaian kecuali tanah. Mengapa tanah tidak perlu disesuaikan? Harga tanah dari waktu ke waktu tidak mungkin akan turun karena kapasitas tanah tetap sedang kebutuhan meningkat. Jadi, tanah tidak memerlukan penyesuaian.
Nilai aktiva tetap yang dimanfaatkan pada periode berjalan merupakan nilai penyusutan atau penghapusan (depreciation) dari aktiva tetap. Nilai penyusutan aktiva tetap ditampung dalam bentuk akun kontra (contra asset account) yang disebut akumulasi penyusutan (accumulated depreciation). Akun tersebut termasuk dalam kelompok aktiva namun bersifat kontra atau berlawanan. Jika demikian, apakah pengaruhnya terhadap aturan saldo normal? Aturan saldo normal akumulasi penyusutan merupakan kebalikan dari aktiva yang bersangkutan. Bertambahnya akun akumulasi penyusutan aktiva tetap akan dicatat pada sisi kredit.
Pada waktu penyesuaian dilakukan, jumlah nilai aktiva yang disusutkan untuk periode berjalan akan dicatat dalam akun beban penyusutan aktiva tetap. Misalnya, dibeli kendaraan seharga Rp100.000.000,00 yang memiliki umur ekonomis 10 tahun dan tidak ada nilai residu pada akhir umur ekonomisnya. Nilai penyusutan per tahun untuk kendaraan tersebut dapat dihitung sebagai berikut.
Penyusutan tahunan =
1/10 × Rp 100.000.000,00 = Rp10.000.000,00
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
Penyusutan Aktiva Tetap
Jika pada akhir periode umur ekonomisnya terdapat nilai residu (nilai sisa) sebesar Rp10.000.000,00, penyusutan tahunannya sebagai berikut:
Penyusutan tahunan =
1/10 x (Rp100.000.000,00 – Rp10.000.000)
= Rp9.000.000,00
  • Transaksi yang sudah dicatat tetapi belum dikoreksi karena tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
a. Beban yang Dibayarkan Di Muka

Beban dibayar di muka merupakan akun campuran, yaitu suatu akun yang di dalamnya terdapat sebagian nilai yang harus masuk ke dalam akun riil dan sebagian lagi harus masuk ke dalam akun nominal. Akun tersebut diperlukan dengan dua cara sebagai berikut.

1) Saat Pembayaran Dicatat sebagai Harta

Jika pada saat pembayaran dianggap sebagai harta maka akun yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ialah akun “beban dibayar di muka”. Walaupun ada istilah beban, akun tersebut merupakan aktiva, yakni aktiva lancar. Pada akhir periode harus dipisahkan berapa nilai beban periode berjalan (beban yang benar-benar terjadi) dan beban periode yang akan datang (beban yang belum terjadi) dari akun tersebut.

Misalnya, 1 April 2006 dibayar beban asuransi untuk periode 1 tahun sebesar Rp3.600.000,00. Pada saat terjadi transaksi dibuat jurnal sebagai berikut.
Saat Pembayaran Dicatat sebagai Harta
Pada akhir periode dilakukan penyesuaian dengan menghitung beban periode berjalan dan beban periode mendatang. Hal ini dilakukan dengan menghitung jumlah bulan yang termasuk periode berjalan dan jumlah bulan yang termasuk periode mendatang, sebagai berikut:
Dengan bantuan garis waktu tersebut, dapat dilihat bahwa dalam akun “Asuransi dibayar di muka” terdapat 9 bulan yang sudah menjadi beban periode berjalan dan 3 bulan sebagai beban periode mendatang. Beban periode berjalan harus dikeluarkan dan dipindahkan ke akun “beban asuransi” dan yang menjadi beban periode mendatang tetap dalam akun “Asuransi dibayar di muka”.
Beban periode berjalan =
9/12 × Rp3.600.000,00
= Rp2.700.000,00
Bbeban periode mendatang =
3/12 × Rp3.600.000
= Rp900.000,00
Berdasarkan analisis tersebut maka dibuatlah jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2006.
2) Saat Pembayaran Dicatat sebagai Beban
Jika saat pembayaran dicatat sebagai beban maka akun yang digunakan pada saat pencatatan ialah akun “beban asuransi”. Berdasarkan kasus pada contoh di atas maka pada saat pembayaran dibuatlah jurnal penyesuaian seperti berikut.
Analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan garis waktu sebagai berikut:
Karena pada saat pembayaran dicatat sebagai beban maka yang dikeluarkan dari akun beban asuransi adalah nilai yang menjadi beban periode mendatang, yaitu 3 bulan. Beban periode mendatang, yaitu:
3/12 × Rp3.600.000,00 = Rp900.000,00
Maka, jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut:
b. Pemakaian Perlengkapan (Supplies)
Akun “perlengkapan kantor” atau “perlengkapan toko” termasuk ke dalam akun campuran, yaitu sebagian masuk kelompok harta (perlengkapan) dan sebagian masuk kelompok beban (pemakaian perlengkapan). Nilai perlengkapan pada akhir periode dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan fisik terhadap persediaan perlengkapan. Misalnya, selama periode akuntansi dilakukan beberapa kali pembelian perlengkapan kantor sehingga dalam neraca saldo terdapat akun perlengkapan kantor (office supplies) sebesar Rp17.000.000,00, melalui pemeriksaan fisik
pada akhir periode (31 Des 2006). Diketahui persediaan perlengkapan sebesar Rp3.200.000,00.
Berdasarkan data tersebut, besarnya nilai perlengkapan yang menjadi beban sebagai berikut: Pemakaian = Rp17.000.000,00 – Rp3.200.000,00 = Rp13.800.000,00
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut.
Dari data di atas dapat diketahui besarnya pemakaian perlengkapan selama satu periode akuntansi, yaitu Rp13.800.000,00.
c. Pendapatan yang Diterima Di Muka
1) Saat Permintaan Pendapatan Dicatat sebagai Utang
Jika pada saat penerimaan pendapatan dicatat sebagai utang maka akun yang digunakan untuk transaksi tersebut ialah akun “pendapatan diterima di muka”. Walaupun menggunakan istilah pendapatan, sebenarnya sifat akun tersebut ialah utang.
Misalnya, tanggal 1 September 2006 diterima pendapatan sewa untuk 1 tahun sebesar Rp36.000.000,00. Pada saat terjadi transaksi, jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Pada akhir periode diperlukan jurnal penyesuaian untuk menentukan pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan dan pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan. Periode berlakunya sewa (12 bulan)
Berdasarkan garis waktu tersebut, pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan ialah selama 4 bulan.
Pendapatan periode ini sebesar =
4/12 × Rp 36.000.000,00 = Rp12.000.000,00
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember 2006 sebagai berikut
Jadi, pendapatan yang menjadi hak perusahaan adalah 4 bulan, sedangkan yang 8 bulan merupakan pendapatan untuk tahun berikutnya.
2) Saat Penerimaan Pendapatan Dicatat sebagai Pendapatan
Jika, penerimaan pendapatan dicatat sebagai pendapatan sewa maka akun yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut ialah akun “pendapatan sewa”. Berdasarkan contoh di atas, maka pada saat terjadi transaksi penerimaan pendapatan dengan jurnal sebagai berikut.
Pada akhir periode diperlukan jurnal penyesuaian untuk mencatat pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan, yaitu 8 bulan.
Berdasarkan garis waktu tersebut, pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan yaitu 8 bulan. Pendapatan yang belum menjadi hak perusahaan ialah =
8/12 × Rp36.000.000,00 = Rp24.000.000,00.
Jurnal penyesuaian tanggal 31 Des 2006 adalah sebagai berikut:
Jurnal penyesuaian selain berguna untuk menunjukkan data keuangan yang sebenarnya, berguna juga untuk memperbaiki kesalahan pencatatan. Perbaikan kesalahan cukup dilakukan pada saat menjurnal dan ditemukan sebelum posting. Jika kesalahan tersebut ditemukan setelah posting maka perbaikannya harus dilakukan dengan cara posting ulang.
Ada dua langkah pokok untuk memperbaiki kesalahan pencatatan, yaitu sebagai berikut.
1. Mencatat kebaikan dari jurnal yang salah
2. Mencatat kembali jurnal yang benar
Kedua langkah di atas dilakukan melalui jurnal penyesuaian.
Beberapa bentuk kesalahan yang mungkin terjadi, yaitu salah akun, salah jumlah, salah letak, dan kesalahan gabungan.
Contoh:
Pada tanggal 13 Juli 2006 dibeli secara kredit berbagai perlengkapan kantor seharga Rp3.000.000,00. Jurnal saat terjadi transaksi adalah
Setelah akan diposting ke buku besar, diketahui jurnal tersebut salah akun. Langkah pertama penyesuaian adalah dengan menghapus jurnal yang salah.
Setelah langkah pertama selesai, kemudian dibuat jurnal yang benar, yaitu sebagai berikut.
Kesalahan pada contoh di atas adalah kesalahan pencatatan nama akun. Pembelian perlengkapan harus dimasukkan pada akun perlengkapan bukan pada akun peralatan. Dalam kajian akuntansi keduanya memiliki perbedaan. Perlengkapan merupakan aktiva lancar sedangkan peralatan merupakan aktiva tetap.

Pengertian Piutang Usaha


Pengertian Piutang Usaha

piutang-usahaSecara umum piutang adalah hak atas uang, barang dan jasa kepada orang lain. Harngren dan Harison (1997:42) mengemukakan: “Piutang adalah Suatu aktiva yang timbul karena perusahaan menjual barangnya atau memberikan jasanya kepada para pelanggan dan menerima janji bahwa pelanggan akan memberikan sejumlah uang kepada perusahaan pada suatu waktu dimasa yang akan datang”.

Dari pengertian tersebut, piutang mengandung makna, tagihan yang akan timbul atas penyerahan barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan yang akan dilunasi dengan uang di masa yang datang.

Menurut Zaki Baridwan (1992:124) pengertian piutang sebagai akibat dari usaha normal perusahaan tersebut piutang dagang atau dengan kata lain bahwa piutang dagang menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan.

Piutang dagang (piutang usaha) menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan perusahaan. Dalam kegiatan perusahaan yang normal, biasanya piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar.

Yang termasuk kedalam piutang ini hanya tagihan-tagihan yang akan dilunasi dengan uang, oleh karena itu pengiriman barang untuk dititipkan tidak dicatat sebagai piutang sampai saat dimana barang-barang tadi sudah dijual. Sedangkan piutang yang timbul dari penjualan angsuran, akan dipisahkan menjadi aktiva lancar dan tidak lancar, tergantung pada jangka waktu angsurang tersebut. Apabila lebih dari satu tahun maka tidak dilaporkan dalam kelompok aktiva lancar, tetapi masuk kelompok aktiva lain-lain.

Piutang yang timbul bukan dari penjualan barang-barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan tidak termasuk dalam kelompok piutang dagang tetapi dikelompokkan tersendiri dengan judul piutang bukan dagang (bukan usaha). Piutang bukan dagang akan dilaporkan dalam kelompok aktiva lancar apabila akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun atau dalam siklus usaha yang normal. Apabila pelunasannya lebih dari satu tahun atau melebihi siklus usaha yang normal akan dikelompokkan dalam aktiva lain-lain.

  • Jenis Piutang Usaha

Walaupun terdapat begitu banyak macam piutang yang mungkin dimiliki suatu perusahaan, tetapi berdasarkan jenis dan asal piutang, maka piutang di dalam perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu :

  1. Piutang Usaha

Piutang usaha yang disebut juga piutang dagang (trade receivables) adalah piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang akan dihasilkan perusahaan yang harus di tagih dari pelanggan. Dalam kegiatan normal perusahaan, piutang usaha biasanya akan dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun, oleh karena itu piutang usaha di kelompokan ke dalam kelompok aktiva lancar. Dalam penyusunan neraca di laporkan sebagai “harta lancar” atau “current asset” dengan nama rekening “piutang dagang”.

Misalnya, PT. Komputer Acer, sebuah perusahaan distributor computer yang berlokasi di Jakarta, menjual produknya senilai Rp 175.000.000. kepada Toko Duta Niaga, Bandung. Pihak pembeli baru membayar sebesar Rp 50.000.000. pada saat terjadinya transaksi tersebut dan sisanya akan dilunasi pada bulan berikutnya. Atas transaksi ini jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut :

Kas Rp       50.000.000
Piutang Usaha Rp       125.000.000
           Penjualan Rp         175.000.000
  1. Piutang Bukan Usaha

Adalah piutang yang timbul bukan sebagai akibat penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Termasuk dalam kelompok yang dibawah ini, yaitu:

  1. Persekot dalam kontrak pembelian.
  2. Klaim terhadap perusahaan pengangkutan barang-barang rusak atau hilang.
  3. Klaim terhadap perusahaan asuransi atas kerugian-kerugian yang dipertanggungkan.
  4. Klaim terhadap pegawai perusahaan.
  5. Klaim terhadap restitusi pajak.
  6. Tagihan terhadap langganan untuk pengembalian tempat barang.
  7. Uang muka pada anak perusahaan
  8. Uang muka pada pegawai perusahaan
  9. Piutang deviden
  10. Piutang pesanan pembelian saham.
  11. Piutang biaya, misalnya :
  12. Asuransi dibayar dimuka
  13. Gaji di bayar di muka
  14. Sewa di bayar dimuka
  15. Iklan di bayar di muka
  16. Piutang penghasilan, misalnya :
  17. Piutang jasa ( service, bengkel, saham, dll)
  18. Piutang sewa
  19. Piutang bunga
  20. Piutang lain – lain, misalnya :
  21. Piutang perusahaan kepada karyawan
  22. Kelebihan membayar pajak
  23. Piutang perusahaan kepada cabang – cabang perusahaan

Dari contoh PT. Komputer Acer, perusahaan tersebut selama bulan April 2006 memberikan pinjaman kepada karyawan sebesar Rp 12.000.000 dan membayar sebesar Rp 15.000.000 kepada Pt Transportindo, sebuah perusahaan angkutan arang, uang pesanan jasa angkutan barang ke Bali untuk bulan juli 2006. Untuk transaksi ini jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut:

Piutang Karyawan 12.000.000
Piutang Jasa Angkutan 15.000.000
           Kas 27.000.000

 

  • Pengakuan Piutang Dagang

Timbulnya piutang dan akuntansinya Piutang dapat timbul karena menjual barang/jasa atau karena perusahaan memberi pinjaman ke perusahaan lain. Umumnya piutang dicatat pada saat timbulnya yaitu setelah perusahaan menyerahkan baran/jasa yang dijual.

Contoh :

  1. Penjualan barang/jasa

Jika perusahaan menjual jasa secara kredit, misalkan perusahaan pada tanggal 5 Januari 2006 telah menjual jasa sebesar Rp 5.000.000,00. Karena perusahaan sudah menyerahkan jasa, maka perusahaan dapat mengakui piutang dan pendapatan jasa dengan membuat jurnal sebagai berikut:

Tgl Akun Ref Debet Kredit
5 Januari 2006 Piutang Usaha Rp 5.000.000
     Pendapatan Usaha Rp 5.000.000
  1. Pemberian Pinjaman

Piutang juga dapat timbul karena perusahaan memberi pinjaman uang pada perusahaan lain.

Misalnya pada tanggal 15 Januari 2006 PT Angkasa Pura II telah memberi pinjaman kepada pegawai sebesar Rp 500.000,00 maka jurnal yang dibuat oleh perusahaan adalah:

Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
2006 Jan 15 Piutang Pegawai Rp 500.000
     Kas Rp 500.00

Akuntansi untuk pengakuan piutang dagang berkaitan dengan penjualan kredit barang dagangan atau penyelesaian pekerjaan untuk perusahaan jasa. Terjadinya piutang usaha dikarenakan adanya transaksi penjualan barang dagangan.

Contoh jurnal-jurnal yang terkait dengan pengakuan piutang dagang adalah sebagai berikut :

Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
Saat terjadi penjualan secara kredit :
Piutang Dagang XXX
     Penjualan XXX
Saat Barang Dagang dikembalikan :
Rektur Penjualan XXX
     Piutang Usaha XXX
Saat penagihan kas dalam periode diskon:
Kas XXX
Potongan Penjualan XXX
     Piutang Usaha XXX

Contoh soal 1:

Misalnya pada tanggal:

  • 1 Januari 1999 PT. VIVAS menjual barang kepada PT. SAVIO seharga Rp.1,000,000.00 dengan termin 2/10,n/30.
  • 5 Januari barang senilai Rp. 100,000.00 dikembalikan oleh PT. SAVIO kepada PT. VIVAS.
  • 11 Januari PT. VIVAS menerima pembayaran dari PT. SAVIO sebesar saldo tagihannya.

Jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi di atas dalam pembukuan PT. VIVAS adalah sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
1 Piutang Dagang Rp. 1,000,000.00
(Penjualan kredit kepada PT. SAVIO)        Penjualan Rp. 1,000,000.00
5 Retur dan Potongan Penjualan Rp. 100,000.00
(Pengembalian barang dari PT. SAVIO)        Piutang Dagang Rp. 100,000.00
11 Kas Rp. 882,000.00
Potongan tunai penjualan Rp.   18,000.00
     Piutang Dagang Rp. 900,000.00

Contoh soal 2 :

10/02/2010     Dijual barang dagangan secara kredit kepada toko aman Rp. 1.000.000

*Jurnalnya:

Tanggal Keterangan Ref debit Kredit
10 Februari 2010 Piutang Dagang Rp. 1.000.000
     Penjualan Rp. 1.000.000

14/02/2010     Dikembalikan barang yang telah dijual senilai Rp. 1.500.000 dari toko Makmur

*Jurnalnya:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Retur Penjualan Rp.  1.500.000
     Piutang Dagang Rp.  1.500.000
  • Penilaian untuk piutang tidak tertagih

Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia : “piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (netto) yang bisa direalisasikan yaitu jumlah kas bersih yang diperkirakan dapat diterima”. Kerugian Piutang Penjualan secara kredit akan menguntungkan perusahaan karena menarik bagi calon pembeli sehingga volume penjualan meningkat di sisi lain penjualan kredit sering juga mendatangkan kerugian ketika debitur tidak mampu atau tidak mau membayar kewajibannya. Karena itu berkaitan dengan pengelolaan piutang. Perusahaan harus membuat suatu cadangan piutang tidak tertagih yang merupakan taksiran jumlah piutang yang tidak akan dapat tertagih dalam periode tersebut.

Biasanya cadangan kerugian piutang di buat pada awal periode akuntansi, dan cadangan kerugian piutang merupakan suatu taksiran besarnya piutang yang tidak dapat di tagih pada suatu periode akuntansi. Setelah periode tersebut berjalan, sering kali terdapat sejumlah piutang yang benar – benar tidak dapat di tagih karena berbagai alasan. Piutang yang jelas – jelas tidak dapat di tagih karena debiturnya lari, meninggal, bangkrut, atau sebab lainnya harus di hapuskan dari saldo piutang. Penghapusan piutang ini merupakan kerugian karena pencatatannya tidak dibebankan ke akun kerugian piutang tetapi ke akun cadangan kerugian piutang.

 

  1. Metode penyisihan/cadangan/metode tidak langsung

Adalah metode yang digunakan oleh suatu perusahaan yang menyisihkan piutang dagangnya sebagai cadangan piutang ragu-ragu atau cadangan piutang tak tertagih (allowance for bad debts/provisions for doubtful accounts). jurnal untuk mencatat penghapusan dengan menggunakan metode ini adalah  sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Saat menyisihkan piutang dagangannya sebagai piutang ragu-ragu:
Beban piutang tak tertagih XXX
     Penyisihan piutang ragu-ragu XXX
Saat penghapusan piutang dagang:
Penyisihan piutang ragu-ragu XXX
     Piutang Dagang XXX

Perkiraan “Penyisihan Piutang Ragu-ragu” atau “Cadangan Piutang Ragu-ragu” atau “Penyisihan Piutang Tak Tertagih” atau “Cadangan Piutang Tak Tertagih” adalah perkiraan Neraca, sehingga penyajian perkiraan ini ada didalam neraca pada aktiva kelompok Aktiva Lancar dibawah perkiraan “Piutang Dagang”. Sedangkan perkiraan “Beban Piutang Ragu-ragu” atau “Beban Piutang Tak Tertagih” adalah perkiraan Laba Rugi sehingga penyajiannya di dalam laporan Laba Rugi.

Metode Cadangan /penyisihan. Dalam metode ini hal penting yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Kerugian piutang tak dapat tertagih ditentukan jumlahnya melalui taksiran dan dibandingkan (matched) dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama dengan periode terjadinya penjualan.
  2. Jumlah piutang yang ditaksir tidak akan dapat diterima, dicatat dengan mendebet Rekening Kerugian Piutang dan mengkredit Rekening Cadangan Kerugian Piutang.
  3. Kerugian piutang yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan mendebet Rekening Cadangan Kerugian Piutang dan mengkredit Rekening Piutang Dagang pada saat dihapus dari pembukuan.

Misalnya terjadi penghapusan piutang seorang debitur sebesar Rp. 100.000,00 maka jurnalnya sebagai berikut:

Cadangan kerugian piutang Rp. 100.000,00
                   Piutang Rp. 100.000,00

Kadang – kadang piutang yang sudah dihapus dilunasi kembali. Penerimaan piutang yang sudah dihapuskan akan dikreditkan ke rekening cadangan piutang sebagai berikut:

Kas Rp. xxx
     Cadangan kerugian piutang Rp. xxx

Contoh penerapan metode cadangan :

  • GALILEO pada tahun 2000 melakukan penjualan kredit sebesar Rp. 20,000,000.00
  • Piutang yang belum dapat ditagih sampai dengan 31 Desember sebesar Rp. 2,000,000.00
  • Manajer kredit mengestimasikan bahwa piutang yang belum tertagih tersebut, diantaranya sebesar Rp.100,000.00 tidak mungkin dapat tertagih.

Jurnal penyesuaian yang harus dibuat untuk mencatat taksiran kerugian piutang adalah :

Tgl Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 31 Kerugian Piutang Rp. 100,000.00
     Cadangan Kerugian Piutang

(untuk mencatat taksiran kerugian piutang)

Rp. 100,000.00

Kerugian piutang dilaporkan dalam laporan rugi laba sebagai biaya operasional. Rekening Cadangan Kerugian Piutang adalah suatu rekening kontra (lawan) aktiva yang menggambarkan bagian dari tagihan kotor terhadap konsumen yang diperkirakan tidak akan dapat ditagih di masa yang akan datang.

Rekening ini pada akhir tahun tidak ditutup, melainkan dicantumkan dalam neraca pada kelompok aktiva lancar sebagai pengurang terhadap rekening piutang dagang .

Piutang Dagang ……………                              Rp. 2,000,000.00Kurangi : Cadangan Kerugian Piutang     Rp       (100,000.00)

Rp 1,900,000.00

Jumlah Rp. 1,900,000.00 menggambarkan taksiran nilai kas bersih yang bisa direalisasi dari piutang dagang (nilai tunai piutang dagang) yang dilaporkan pada tanggal neraca.

Contoh soal :

  • Bagian Penagihan PT. Galileo pada tanggal 1 Mei 2000 memberikan persetujuan bahwa piutang pada PT. Zodiak sebesar Rp. 50,000.00 dihapus dari pembukuan karena tidak mungkin dapat diterima pelunasannya.

Jurnal untuk mencatat penghapusan piutang tersebut adalah sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
1 Mei Cadangan Kerugian Piutang Rp. 50,000.00
               Piutang Dagang Rp. 50,000.00

Penghapusan piutang kepada PT. Zodiak.

Setelah jurnal di atas dibukukan dalam buku besar maka rekening yang bersangkutan akan nampak sebagai berikut :

Piutang Dagang

1/1/2000 Saldo   Rp. 2,000,000.00                    1/5/2000                    Rp.   50,000.00

Cadangan Kerugian Piutang

1/5/2000                           Rp.     50,000.00                   1/1/2000 Rp.   100,000.00

Penghapusan piutang akan mengurangi rekening piutang dagang maupun rekening cadangan kerugian piutang, tetapi nilai tunai yang dapat direalisasikan dari piutang tetap seperti sebagai berikut :

Sebelum Penghapusan          Setelah            Penghapusan

Piutang Dagang                           Rp. 2,000,000.00           Rp. 1,950,000.00

Cadangan Kerugian Piutang        Rp.   100,000.00 –         Rp.     50,000.00 –

Nilai tunai piutang                        Rp. 1,900,000.00            Rp. 1,900,000.00

  1. Metode penghapusan langsung

Metode ini biasanya digunakan dalam perusahaan – perusahaan kecil atau perusahaan – perusahaan yang tidak dapat menaksir kerugian piutang secara tepat. Pada akhir periode tidak ada taksiran kerugian piutanng yang dibebankan, tetapi kerugian piutang baru diakui pada waktu diketahui ada piutang yang tidak dapat ditagih.

Metode penghapusan langsung adalah metode penghapusan piutang yang langsung dihapus dari saldo piutang perusahaan jika piutang tersebut telah benar-benar tidak dapat ditagih setalah dilakukan upaya-upaya penagihan. Alasan tidak dapat ditagih adalah pelanggan perusahaan telah bangkrut dan pelanggan perusahaan tidak dapat diketemukan lagi alamatnya.

Berikut cara menjurnalnya :

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Saat perkiraan piutang tidak dapat ditagih :
Beban Piutang tidak tertagih XXX
Piutang dagang XXX
Saat piutang dapat ditagih kembali:
Piutang dagang XXX
      Beban piutang tak tertagih XXX

Saat piutang dapat ditagih kembali adalah pelanggan perusahaan yang sudah tidak diketahui alamatnya atau pelanggan yang sudah dinyatakan pailit oleh pengadilan datang ke perusahaan dan berjanji untuk membayar hutangnya kepada perusahan.

Dalam penerapan metode ini jumlah kerugian tidak perlu ditaksir dan dalam pembukuan tidak digunakan rekening Cadangan Kerugian Piutang. Apabila suatu piutang diyakini tidak akan dapat ditagih lagi, maka kerugian akibat piutang tersebut langsung didebetkan ke dalam rekening Kerugian Piutang dan rekening Piutang Dagang dikredit.

Contoh soal 1:

  • Revivo mempunyai piutang kepada PT. Dabizas sebesar Rp. 500.000,00
  • Pada tanggal 20 Desember manajer kredit PT. Revivo memutuskan untuk menghapus piutang kepada PT. Dabizas karena sudah tidak mungkin ditagih. Jika PT. Revivo menggunakan metode penghapusan langsung, maka pada tanggal tersebut dibuat jurnal sebagai berikut :
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
20 Desember Kerugian Piutang Rp. 500,000.00
     Piutang Dagang Rp. 500,000.00

(Penghapusan Piutang pada PT. Dabizas)

Bila ditinjau dari konsep penandingan (matching concept) metode ini tidak memberikan gambaran penandingan yang tepat baik dalam laporan rugi laba maupun neraca perusahaan, karena rekening Kerugian Piutang hanya akan menunjukkan jumlah kerugian yang diderita, dan piutang dagang akan dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah brutonya. Dan pelaporan biaya (kerugian) tidak pada periode yang sama dengan periode penjualannya. Alasan tersebut di atas mendasari bahwa metode penghapusan langsung tidak diakui dalam pelaporan keuangan.

Contoh soal 2 :

02/02/2010 Telah dipastikan bahwa piutang dagang toko mundur tidak dapat tertagih sebesar Rp. 350.000 karena telah bangkrut.

Tanggal Keterangan Ref debet Kredit
2010 Beban Piutang Tak Tertagih Rp. 350.000
feb 2          Piutang Dagang Rp. 350.000

16/02/2010  Toko Jujur yang piutangnya sudah dihapus ternyata datang ke perusahaan dan berjanji untuk membayar sebesar Rp. 3.000.000 pada tanggal 20 Februari.

Pada tanggal 20 Februari 2010 pemilik Toko Jujur datang dan membayar Rp, 3.000.000

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
16 Feb 2010 Piutang Dagang Rp. 3.000.000
       Beban Piutang Tak Tertagih Rp. 3.000.000
20 feb2010 Kas Rp. 3.000.000
    Piutang Dagang Rp. 3.000.000
  • Penyajian Piutang dalam Neraca

Penyajian piutang dalam neraca harus tetap menyajikan jumlah bruto piutang karena piutang yang tak dapat direalisasikan hanya berdasarkan taksiran. (Prinsip Akuntansi Indonesia 3.1 Pasal 9). Harus dipisahkan secara jelas antara piutang dagang, piutang karyawan dan piutang lainya. Apabila suatu perusahaan mempunyai hubungan jual beli dengan suatu pihak, sehingga terdapat piutang dagang dan juga utang dagang atau utang lainnya, penyajian dalam neraca tidak boleh dokompensasi akan tetapi harus dinyatakan secara terpisah. Semua piutang ditebalkan sebagai penekanan.

Contoh :

EXAMPLE COMPANYAktiva

Tanggal

Aktiva
Aktiva Lancar :    
  Kas xxx
  Piutang Usaha xxx
  Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih (xxx) xxx
  Wesel tagih, jangka pendek xxx
  Persediaan xxx
  Beban di bayar dimuka xxx
  Total xxx
  Investasi dan piutang jangka panjang
  Investasi xxx
  Wesel tagih, jangka panjang   xxx
  Piutang lainnya   xxx
  Total   xxx
  Aktiva tetap  
  Property, pabrik, dan peralatan   xxx
  Total aktiva   xxx

Sumber : http://www.munandarpress.files.wordpress.com

Cara posting gambar di laman blogger


  1. Ketik di Browser Firefox atau Chrome “www.blogger.com/home” Enter

01

2.  Masukkan Email dan Password

02 03    3 . Sekarang anda sudah masuk ke daskbord Blogger dan Klik Laman

laman

4. Cari Laman Galeri dan Almbum

Galeri

5 . Pilih gambar untuk Upload dan Klik Update di sudut kanan atas berwarna orang .. Selamat mencoba.
Pilih File  Saran enciknas Awam Hubungi 085260981784 kita jumpa di warkop kita coba bersama
” Praktek adalah guru terbaik ” 😉

Cara Menginstall Koleksi Macro (GMS) di CorelDraw


 GMS (Global Macro files) adalah sebuah extension macro yang dihasilkan dari VBA (Visual Basic for Application) di CorelDraw dan paket tersebut memungkinkan macro didistribusikan secara luas kepada pengguna CorlDraw baik untuk tujuan komersil maupun untuk tujuan berbagi. Anda mempunyai koleksi macro untuk CorelDraw dan bingung cara menginstalnya? berikut tutorialnya:

Cara Install Macro untuk CorelDRAW 11 sampai CorelDraw X7

Catatan!

  • Pada CorelDraw versi : Home & Student and Home & Education semua macro tidak berfungsi!
  • VBA (Visual Basic for Applications) harus terinstal terlebih dahulu.

Cara Installnya cukup Copy file macro *.gms dengan explorer  ke folder GMS

Lokasi Instalasi Macro CorelDraw
  1. CorelDraw 11 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\Graphics11\User Draw\GMS
  2. CorelDraw 12 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\Graphics12\User Draw\GMS
  3. CorelDraw X3 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\Graphics13\User Draw\GMS
  4. CorelDraw X4 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\CorelDRAW Graphics Suite X4\User Draw\GMS
  5. CorelDraw X5 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\CorelDRAW Graphics Suite X5\Draw\GMS
  6. CorelDraw X6 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\CorelDRAW Graphics Suite X6\Draw\GMS
  7. CorelDraw X7 : C:\Users\www.GRAFISin.com\AppData\Roaming\Corel\CorelDRAW Graphics Suite X7\Draw\GMS
Silahkan ganti bagian http://www.GRAFISin.com dengan username di komputer anda.

Jalankan macro dengan melalui Macro Manager (Khusus CorelDraw X5 ke atas) atau jika ingin menampilkan di toolbar (semua versi corelDraw) berikut tutorialnya:

  1. Pilih di Menu Bar: Tools-Customization…
  2. Pilih di Bagian Option: Customization – Commands.
  3. Pilih di bagian menu DropDown: Macros.
  4. Cari macro pada dafrar macro.
  5. Masuk ke Appearance tab: − Pada Caption field – anda bisa memberikan nama macro dari file GMS yang anda install. − Pada Image field – anda bisa menggambar icon, atau memilih icon dengan cara klik Import. − Tombol Files … memungkinkan menginport gambar kedalamnya.
  6. Drag macro tersebut ke dalam toolbar yang diinginkan.

Jika macro yang anda punya berextensi *.exe, coba jalankan dan jika ada pesan error. Biasanya macro dan atau komponen tambahannya tidak terinstall di folder yang tepat.

Cara Menghapus Macro CorelDraw

Jika macro ber-extensi *. gms, cukup menghapusnya dari folder GMS.
Jika macro ber-extensi *. exe, maka : Start – Settings – Control Panel – Add or Remove Programs.

Demikian tutorial cara Menginstall dan Menghapus Macro di CorelDraw. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Macro FIDCO Versi 02 (Foto ID Card Otomatis) di CorelDraw


Setelah di uji coba dan realese versi pertamanya pada Tutorial Membuat Kartu Mahasiswa Otomatis Beserta Fotonya bagian 2, kini Macronya saya Namai FIDCO (Foto ID Card Otomatis) dan sudah dikembangkan lagi menjadi Versi-02 dan diperbaiki dari Versi Sebelumnya: Berikut Fitur-fitur dan Screenshotnya:

Fitur Terbaru Macro FIDCO versi 02 :

  1. Best Fitur: Memasukan Foto ID Card Otomatis di CorelDraw
  2. Mendeteksi Otomatis Lokasi File ID Card CorelDraw Anda,
  3. Mengatur format Jumlah ID Card ke Kanan dan Ke Bawah (Jumlah ID Card 1 Halaman Kerja)
  4. Mengatur Format jarak ke kanan dan ke bawah antar foto ID Card, dan Bisa menggunakan koma (,) sehinga lebih presisi
  5. Ditambahkan Fitur Error Handler sehingga Mencegah Terjadinya Error Saat User salah input di form.
  6. Preview Foto : untuk menampilkan dan cek foto-foto yang hendak di masukan ke ID Card
Screenshot:
Macro Foto ID Card Otomatis di CorelDraw semua Versi
Link Download:


Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw 11
Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw 12
Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw X3
Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw X4
Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw X5
Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw X6 (Update 28 Oktober 2015)
Macro FIDCO versi 02 – CorelDraw X7 (Update 27 Oktober 2015)